Diferensiasi Bidang Auditor

Jenis-Jenis Audit

Di era modern ini, banyak orang menjatuhkan pilihan bekerja di dalam bidang audit. Secara garis besar, audit berpengertian sebagai pemeriksaan keuangan. Pihak yang kompeten, objektif, dan berposisi netral sebagai persyaratan untuk melaksanakan audit disebut auditor. Auditor bisa merupakan bagian inti dari sebuah perusahaan, atau bisa juga melalui pemeriksaan catatan akuntansi yang dikerjakan oleh akuntan publik yang memiliki ijazah independen untuk perusahaan tersebut sebagai kliennya. Dalam peraturannya auditor harus mengikuti prosedur pemeriksaan yang sesuai dengan ketentuan umum. Dokumen sumber penghasilan perusahaan tersebut diperiksa sehingga mendapat bukti transaksi valid yang kuat. Dunia audit juga bisa dibedakan berdasarkan beberapa hal besar, dimana dalam bagian ini menjadi tiga macam kriteria.

Auditor 300x200 - Diferensiasi Bidang Auditor

1. Audit Menurut Bidang Posisinya

a. Audit Laporan Keuangan

Posisi ini merupakan pihak yang bertugas menjalani sebuah pemeriksaan mencakup proses pengumpulan dan mengevaluasi bukti laporan yang didapatkan. Proses audit keuangan seperti ini umumnya dilakukan oleh auditor dari pihak eksternal.

 

b. Audit Operasional

Posisi ini menjadi suatu pemeriksaan terhadap semua bagian kegiatan operasional, dimulai dari prosedur hingga metode kerja yang digunakan sebuah perusahaan. Tujuan diberlakukan hal ini adalah untuk mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja dari perusahaan tersebut, sehingga bisa disebut sebagai proses evaluasi.

 

c. Audit Ketataan

Jenis ini dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk pemeriksaan bukti kepatuhan klien, sesuai dengan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Mengenai apakah aktivitas pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan prosedur, standar, dan aturan yang berlaku. Standar ini umumnya ditetapkan oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi.

 

d. Audit Kinerja

Posisi ini terdiri dari berbagai pemeriksaan lembaga pemerintah yang bekerja dalam menentukan poin Ekonomi, Efektivitas, dan Efisiensi (3E) yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan kerja masyarakat. Audit jenis ini juga dapat mempertimbangkan manfaat yang efisiennya dihasilkan suatu kegiatan di sebuah perusahaan bagi masyarakat beserta total biayanya.

 

e. Audit Investigasi

Jenis pekerjaan audit investigasi adalah sebagai berikut :

  • Rangkaian kegiatan berupa recognize atau mengenali, identify atau mengidentifikasi, dan examine atau pengujian secara detail akan informasi serta fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian sebenarnya dalam menentukan bisa atau tidaknya pemberian dukungan untuk membantu proses hukum yang terjadi atas dugaan penyimpangan yang berkemungkinan dapat merugikan keuangan bagian manapun. Bisa berupa perusahaan, suatu organisasi, negara, atau bahkan pemerintahan daerah).
  • Dalam peraturan jenis negara yang memiliki jenis hukum yang sama, terdapat istilah ‘a search for the truth, in the interest of justice and also in accordance with specification of law’. Dimana hal ini berarti upaya yang dilakukan dalam pencarian kebenaran, demi memberi keadilan dan berkoordinasi dengan jenis hukum yang berlaku. Posisi audit dalam jenis ini diciptakan untuk memberi keadilan di negara dan membuat keadilan itu tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di negara tersebut.

 

f. Audit Sistem Informasi

Yaitu berbagai bentuk pemeriksaan yang dapat dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi, dimana umumnya pemeriksaan ini menggunakan sistem Elektronik Data Processing (EDP).

Auditor harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • Perlengkapan keamanan yang melindungi komputer baik program, komunikasi, atau data dari akses yang tidak sah, modifikasi bahkan penghancuran.
  • Pengembangan suatu program yang dilakukan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen perusahaan.
  • Memproses data dari suatu transaksi, file, laporan dan catatan komputer yang akurat dan lengkap.
  • Data file suatu laporan yang disimpan di komputer harus dijaga ketat kerahasiaannya.

 

g. Audit Forensik

Tujuan dilakukan audit forensik adalah sebagai upaya pencegahan akan terjadi kecurangan (fraud). Beberapa hal yang dapat dilakukan audit forensik berupa:

  • Investigasi kriminal.
  • Indikasi pengecekan terjadinya kecurangan dalam suatu bisnis atau karyawan.
  • Mengetahui kerugian yang dialami suatu bisnis.

 

h. Audit Lingkungan

Menurut (Kep. Men. LH 42/1994) audit lingkungan adalah suatu proses manajemen yang berbentuk evaluasi secara sistematik, tercatat dan terdokumentasi dengan baik, dan obyektif tentang tujuan suatu kinerja manajemen organisasi. Posisi ini bertujuan untuk memberi fasilitas kepada manajemen untuk upaya mengendalikan dampak lingkungan, juga memanfaatkan kebijakan yang berlaku di suatu bidang usaha terhadap undang-undang pengelolaan lingkungan.

 

2. Audit Berdasarkan Luas Pemeriksaan

  1. Audit Umum adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan standar profesional akuntan publik, dengan memperhatikan kode etik akuntan publik yang menjadi pedoman.
  2. Audit Khusus adalah berbagai pemeriksaan yang diminta oleh perusahaan untuk keperluan tertentu. Misalnya saat perusahaan mengaudit divisi keuangan hanya untuk memeriksa laporan pengeluaran kas perusahaan.

 

3. Ditinjau Dari Kelompok Pelaksana Audit (Auditor)

konsultan keuangan 300x191 - Diferensiasi Bidang Auditor

a. Auditor Internal

Auditor yang bertugas untuk membantu manajemen bagian atas dalam mengawasi aset dan mengawasi kegiatan operasional dari perusahaan sehari-hari. Pihak ini bekerja untuk suatu perusahaan yang mereka audit, oleh karena itu tugas auditor internal adalah mengaudit manajemen suatu perusahaan termasuk penyesuaian untuk proses audit.

 

b. Auditor Eksternal

Yaitu auditor yang bekerja untuk suatu lembaga atau kantor dan menjadi pihak ke-3, yang statusnya diluar struktur sebuah perusahaan yang diaudit, dan umumnya pihak ini bekerja secara independen serta objektif. Banyak pihak auditor eksternal yang juga menghasilkan laporan financial audit.

 

c. Auditor Pajak

Menjadi sosok yang bertanggung jawab dalam memastikan ketaatan wajib pajak yang diaudit menurut undang-undang perpajakan terkini. Untuk di Indonesia pelaku pelaksana bidang ini ditangani oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang berada dibawah naungan Departemen Keuangan Republik Indonesia.

 

d. Auditor Pemerintah

Auditor ini adalah sebuah lembaga yang bertugas dalam menilai kewajaran dari informasi laporan keuangan yang diberikan instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan penggunaan aset milik pemerintah. Proses audit instansi pemerintah umumnya dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).